Terapi dengan Ibadah

Judul Buku: Terapi dengan Ibadah
Penulis: Hasan bin Ahmad Hammam, et al
Penerbit: Aqwam
Tahun terbit: cetakan VII, September 2014
Tebal: 455 hal
Resensator: faridahanim.com

Buku karya Hasan Ahmad Al-Hammam et al. ini sungguh akan menyadarkan kita bahwa Islam adalah agama yang sempurna, apa yang kita butuhkan semuanya ada dalam Islam. Untuk mendapatkan kesehatan baik sehat secara jasmani maupun rohani, ada dalam islam, sebagaimana dipaparkan dengan detail dalam buku Terapi dengan Ibadah ini yang tentu saja semua pemaparan berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah.

buku ini terbagi menjadi enam bagian pokok metode penyembuhan yaitu:

Berobatlah dengan Istighfar
Berobatlah dengan Doa
Berobatlah dengan Shalat
Berobatlah dengan Al-Qur’an (Ruqyah Syar’iyyah)
Berobatlah dengn Puasa
Berobatlah dengan Sedekah

Dalam enam bagian pokok tersebut dijelaskan dengan detail mengenai metode penyembuhan dan pengobatannya.

Mengutip sebagian isi dari dalam buku ini pada bagian pertama, “Sesungguhnya iblis berkata, ‘ Aku membinasakan anak Adam dengan dosa-dosa. Mereka membinasakanku dengan istighfar dan dengan (kalimat) la ilaaha illallah. Maka ketika aku melihat diantara mereka seperti itu, aku pun menelusupkan pada diri mereka hawa nafsu. Sehingga mereka berdosa dan tidak mohon ampun karena mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebak-baiknya.’”

Yang menarik dari buku ini adalah disajikannya kisah-kisah nyata seputar orang-orang yang diringankan ataupun disembuhkan penyakitnya oleh Allah atas sebab ibadah yang dilakukannya dengan ikhlas.

Sebagai penutup resensi buku ini, ijinkan saya mengutip satu cerita dari dalam buku ini. Ceritanya adalah sebagai berikut:

Ada seorang sahabat dari sang penulis pergi ke pasar untuk menjual barang dagangannya. Pasar tersebut telah penuh sesak oleh para penjual dan pembeli. Sahabat tersebut lalu menempati tempat yang tersedia untuk berjualan. Iapun lalu menggalar barang dagangannya untuk dijual dan duduk didekatnya.

Waktupun berjalan lama, namun tak seorangpun yang mendekati barang dagangannya. Ada orang yang mendekatinya dan melihat barang dagangannya, namun kemudian segera pergi. Padahal sahabat tersebut sangat membutuhkan uang dan harus menjual barang dagangannya agar kebutuhannya terpenuhi.

Waktu terus berjalan cukup lama dan tak seorangpun mau membelinya. Sahabat tersebut merasakan kegundahan dan mulai berpikir apa yang harus ia perbuat.

Sejenak ia berpikir, tiba-tiba terlintas dalam pikirannya sebuah hadits yang pernah ia dengar dari imam masjid. Imam masjid tersebut pernah mengatakan tentang sebuah hadits, dimana Rasulullah bersabda:

*“Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dari setiap kesusahan dan jalan keluar dari setiap kesempitan, serta Dia juga akan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tak disangka-sangka.”*

Iapun melepaskan ikatan lisan dan hatinya, lalu terus menerus beristighfar. Ia berkata,”Demi Allah, ketika aku mulai beristighfar, orang-orang pun mendekatiku. Pembeli yang ini ingin membeli barang daganganku, yang lain ingin membelinya untuk dirinya sendiri, yang lain melebihkan harganya, dan yang lainnya menambahinya lagi. Jiwaku pun senang dan barang daganganku telah laku. Segala puji hanya milik Allah.

Aku pun segera membawa uang hasil penjualan dan pulang ke rumah. Sementara mataku mencucurkan air mata, disebabkan aku telah banyak menyia-nyiakan harta terpendam yang sangat berharga ini, yaitu istighfar. Maka, segala puji hanya milik Allah.”

#resensiApril

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *