Tauladan dari Ibunda Para Ulama (1)

Bila suatu waktu anak-anak bertengkar di rumah, lalu salah satu berkata kasar kepada saudaranya, maka yang bisa dilakukan seorang ibu;

“Nak, kesini sebentar..”

“Apa ma, mama mau memukulku ya?”

“Enggak kok, ngga mama apa-apakan, mama cuma mau tanya, ‘Siapa yang lebih kau sayangi, Allah ataukah syaitan?'”

“Tentu aku lebih sayang Allah..”

“Tapi kamu sedang jadi temannya syaitan sekarang…”

“Lho kok bisa ma?”

“Karena kamu berkata kasar tadi. Kalau kamu berkata kasar, kamu jadi temannya syaitan. Tuh, syaitannya sekarang duduk di atas punggungmu, dan ia tertawa lebar mendengar ucapanmu tadi”

“Terus Ma… bagaimana supaya syaitan menangis? Aku tak mau jadi temannya syaitan, aku mau disayang Allah”

“Ooo gampang.. Kamu sekarang menghadap kiblat, lalu ucapkan astaghfirullah yang banyak, hayo coba lakukan”

“Jadi kalau aku melakukannya syaitan akan nangis ya?”

“Iya, kalau kamu melakukannya syaitan pasti nangis”

“Kalau begitu aku mau istighfar sekarang, astaghfirullah… astaghfirullah… astaghfirullah… udah belum ma?”

“Belum, masih lima puluh kali lagi”

“Astaghfirullah.. astaghfirullah.. astaghfirullah.. udah belum?”

“Belum, tiga belas kali lagi”

“Astaghfirullah.. astaghfirullah… udah?”

“Ya, sudah..”

“Sekarang syaitan lagi nangis ya ma?”

“Iya, sekarang dia nangis..”

“Kalau begitu aku mau istighfar lagi, supaya syaitan nangisnya lebih lama”

== Anak-anak bila dibesarkan dengan cara seperti ini, diajari bagaimana mendahulukan ridha Allah terhadap kepentingan pribadinya, bahkan bagaimana memenangkan Allah di atas bisikan syaitan, tentu, biidznillah, setelah dewasa ia akan jadi anak yang shalih/shalihah ==

Alhamdulillah… satu resep saya dapatkan lagi tentang bagaimana handling anak-anak ketika mereka ribut/bertengkar. Buku Ibunda para Ulama bisa didapatkan di toko buku online elfatica harga 34rb.

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad)

 

 


Leave a Reply