Iman kepada Malaikat

Akhirnya, kembali bisa memulai review buku lagi.. ini pun juga karena pekerjaan baru sebagai penulis naskah yang mengharuskan saya memiliki jauh lebih banyak lagi wawasan supaya pekerjaan baru ini berjalan lancar dan berbobot. Salah satu topik/materi yang diminta adalah mengenai Malaikat. Wah, langsung saja saya teringat buku ini yang duduk manis di atas rak buku dan entah kapan terakhir kali saya baca tapi belum juga selesai. Spontan segera saya ambil dan tuntaskan baca, sehingga jadilah tulisan ini.

Kesan pertama membaca buku ini sangat menyenangkan, jika saya asumsikan sebagai makanan, buku ini sangat renyah dan bisa dinikmati dengan mudah. Struktur bahasa dan pemilihan katanya ringan, tidak bertele-tele dan langsung menuju pokok bahasan (barakallahu fiik untuk penulis, tim penerjemah dan editornya). Bahasan yang seharusnya diketahui oleh umat muslim, karena Malaikat masuk dalam point kedua rukun iman. Sedikit akan saya ulas berikut cuplikan-cuplikan dari buku tsb. Tentunya apa yang saya tuliskan disini hanya sedikiiittt sekali dari keseluruhan isi buku aslinya. Buku ini sangat saya rekomendasikan, baik untuk yang baru belajar tentang Islam maupun yang sudah lama memeluk Islam. Sebagai pelengkap nanti, bisa juga dilengkapi bacaan mengenai Malaikat dengan buku Misteri doa-doa malaikat yang sudah saya review sebelumnya.

Malaikat adalah salah satu makhluk Allah yang diciptakan untuk hanya menyembah kepadaNya, sebagaimana Dia menciptakan Jin dan Manusia yang hidup, berakal, dan berbicara. Alam yang dihuni oleh Malaikat adalah alam mulia dan suci, berbeda dengan alam yang ditinggali oleh Jin dan Manusia. Allah menjadikan Malaikat sebagai utusan dan dutaNya kepada makhluk-Nya untuk menyampaikan wahyu dari Allah. Dia memuliakan dan memberikan sifat kepada merea sesuai dengan tugas mereka.

“Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”, Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.” (QS Al Anbiya’: 26-28)

Allah menjelaskan hakikat malaikat dalam ayat ini dan menjelaskan bahwa mereka adalah makhluk mulia yang Allah ciptakan untuk beribadah kepada-Nya, untuk diangkat derajatnya dan untuk dimuliakan. Namun, pemuliaan ini tidak melampaui derajat seorang hamba dan mereka tidak bisa melampaui derajat itu.

Iman kepada malaikat adalah rukun iman yang kedua, tanpanya tidak sah iman seorang hamba dan tidak diterima. Al Qur’an banyak menyebutkan tentang Malaikat, golongan mereka, kedudukan mereka, perintah untuk mengimani mereka serta peringatan bila mengingkari mereka, keadaan mereka bersama Allah dan manusia, dan penjelasan tugas-tugas mereka.
Beriman kepada malaikat merupakan hal yang harus dilakukan sebelum beriman kepada kitab-kitab Allah dan para Rasul Allah, karena Allah mengutus para Rasul dan memberikan tugas kepada Rasul melalui para malaikat. Inilah alasannya mengapa urutan beriman kepada malaikat lebih didahulukan dibandingkan iman kepada kitab-kitab dan para Rasul Allah.

Penciptaan Malaikat
Rasulullah bersabda, yang artinya;
“Malaikat diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari api yang panas, dan Adam diciptakan dari materi yang darinya kalian diciptakan,” (Shahih Muslim)
Penciptaan Malaikat lebih awal daripada penciptaan Adam (moyang seluruh manusia).
“Ingatlah ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi’,” QS. Al Baqarah:30
Kata khalifah yang dimaksud di dalam ayat ini adalah Adam dan anak cucunya (manusia).

Ciri-ciri Fisik Malaikat
1. Agungnya fitrah Malaikat dan besarnya fisik serta kekuatan mereka
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkannya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” QS. At-Tahrim: 6

Tafsir pada ayat ini menandakan bahwa fisik malaikat sangat kuat karena api yang bisa melelehkan besi dan batu pun tidak mampu mencederai mereka (para malaikat)

“Yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli,” QS An-Najm: 5-6

2. Sayap Malaikat
“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fathir: 1)

Maknanya, di antara para malaikat ada yang memiliki dua sayap, tiga sayap, empat sayap, dan ada yang memiliki sayap lebih dari itu.

3. Dahsyatnya Kecepatan Malaikat
Kecepatan yang paling cepat yang pernah dipelajari manusia adalah kecepatan cahaya. Cahaya berkecepatan 299.338km/jam. Adapun kecepatan malaikat lebih cepat dari itu. Kecepatan mereka tidak dapat diukur dengan ukuran manusia.
4. Malaikat tidak makan dan minum
Malaikat tidak menginginkan makanan, tidak memiliki nafsu makan dan tidak makan.

5. Malaikat tidak berkelamin, laki-laki maupun perempuan
Allah memberikan kelebihan kepada Malaikat untuk menjadikan mereka satu jenis, tidak disifati sebagai laki-laki ataupun perempuan. Mereka tetap seperti asal penciptaan mereka, sebagaimana Allah telah menciptakan mereka.

6. Perkataan Malaikat
Malaikat berbincang-bincang, saling memahami, dan mampu berpikir, dan memiliki perasaan yang bisa merasakan khawatir serta takut kepada Allah. Malaikat juga berbicara dengan manusia sesuai dengan bahasa mereka dan tidak membutuhkan penerjemah sebagimana yang terjadi pada nabi-nabi dari Bani Israil dan pada Nabi Muhammad.

7. Malaikat memiliki kemampuan yang luar biasa
Allah memberikan Malaikat kemampuan yang menakjubkan. Di antara mereka ada yang emmanggul Arsy, ada yang meniupkan sangkakala yang bisa mematikan seluruh penghuni langit dan bumi kecuali siapa yang dikehendaki oleh Allah.

8. Malaikat Tidak pernah Bosan dan Lelah
Para malaikat yang mulian menjalankan ibadah dan ketaatan kepada Allah serta melaksanakan perintahNya tanpa lelah, tidak jenuh dan tidak melemah.

9. Malaikat mampu Menyerupai Sesuatu dan Menyamar
Allah menjadikan Malaikat mampu menjelma menjadi bentuk yang bukan bentuk asli mereka diciptakan.

NAMA, JUMLAH, DAN TUGAS MALAIKAT
Jumlah para Malaikat sangat banyak, dan tiada yang bisa menghitungnya kecuali Allah, Penciptanya. Berikut adalah beberapa nama dan atau sebutan para Malaikat.
1. Jibril
Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada nabi dan rasul. Nama lain malaikat Jibril adalah Ruh al-Quds, ar-Ruh al-Amin.

2. Mikail
Malaikat Mikail bertugas mengatur kesejahteraan makhluk, seperti mengatur awan, menurunkan hujan, melepaskan angin, dan membagi-bagikan rezeki.

3. Israfil
Malaikat Israfil bertugas meniup terompet sangkakala, saat dimulainya kiamat hingga saat hari berbangkit di Padang Mahsyar.

4. Izrail / Malaikat Maut
Malaikat Maut (sebagian atsar menamainya dengan Izrail) bertugas mencabut nyawa seluruh makhluk hidup, baik manusia, jin, iblis, setan dan malaikat apabila telah tiba waktunya.

5. Munkar
Malaikat Munkar bertugas menanyai orang yang sudah meninggal dan berada di alam kubur.

6. Nakir
Malaikat Nakir bertugas menanyai orang yang sudah meninggal dan berada di alam kubur.

7. Raqib
Malaikat Raib bertugas mencatat semua pekerjaan baik setiap manusia sejak aqil baligh sampai akhir hayat.

8. Atid
Malaikat Atid bertugas mencatat semua pekerjaan buruk setiap manusia sejak aqil baligh sampai akhir hayat.

9. Ridwan
Malaikat Ridwan bertugas menjaga dan mengatur kesejahteraan penghuni surga.

10. Malik
Malaikat malik disebut juga malaikat zabaniyah yang bertugas menjaga dan mengantar siksa (azab) bagi para penghuni neraka.

Oya, satu lagi yang penting, pada buku ini juga setiap penjelasan disertakan dalil/dasar yang dijadikan pegangan berupa kutipan ayat Al Qur’an maupun hadits shohih. Menyenangkan dan menentramkan intinya, kita jadi semakin yakin dan tenang dengan apa yang kita baca karena disertakan dalil shohihnya.

Judul: Iman kepada Malaikat
Judul Asli: Al-Imanu bilmalaaikati
Penulis: Prof.Dr.Ali Muhammad Ash-Shallabi
Penerjemah: Ari Abdillah
Penerbit: Ummul Quro
ISBN: 978-602-7637-35-1
Tebal: 304 halaman
Tahun terbit: 2014
Genre: Agama Islam, Aqidah

 

*disertakan dalam Islamic Translated Book Reading Challenge 2016


Leave a Reply