Buku 10 Sahabat Cilik Rasulullah

Sekarang saya setiap lihat buku ini jadi ingat kejadian kemarin deh 😁
Jadi, sudah menjadi rutinitas di rumah, kalau malam sebelum anak-anak tidur, itu ada jadwal cek hafalan dan tahsin anak-anak (saya pilih satu surat secara acak, anak-anak melanjutkan ayat yang saya baca, sambil saya simak makhorijul hurufnya). 3 anak, saya cek satu per satu, tiap anak dapat jatah waktu sekitar 10-15 menit, tergantung panjang pendek suratnya. Nah, karena ada satu anak yang masih full charge energinya, ngga mau tidur, maunya hafalan terus (hiyyaaa.. emaknya udah mau habis baterai alias ngantuk) maka durasinya khusus satu anak ini saya panjangkan, gpp lah ya sambil berjuang nahan ngantuk si emak 😆 demi nih demiiii.. 😚 padahal dalam hati juga ngebatin, ini belum bacain buku juga nih (“ritual” sebelum tidur, biasaa baca buku anak yang bergizi, yah emaknya ilmunya pas-pas an jadi bisanya ya bacain buku 😅
.
eh ngga lama ternyata adik bayi kebangun dan nangislah karena ngga lihat emak tersayang di sebelahnya. Rasanya tuh dengar bayiku kebangun tuh bahagiaaa banget, karena artinya diriku bisa selonjor sambil ngelonin bayi 😂 *modus
.
yak, dan tugas bercerita dengan cantik saya limpahkan ke bapaknya anak-anak *horee emak bebas tugas 😍
.
diambillah buku seperti yang di foto ini, dan si bapak mulai bercerita. Baru 2-3 paragraf, si bapak suaranya makin melemah pertanda negeri ngantuk menyerang 
tau bapaknya ngantuk, anak mbarep meminta buku tsb dan meneruskan baca, membacakan cerita untuk kedua adiknya. Dan… adiknya tiba-tiba berdiri berjalan mengambil sesuatu, oh ambil sisir, dan apa yang terjadi, dia menyisir rambut ayahnya yang ngantuk tertidur tadi sambil sesekali dipijitin kepalanya, dan si emak ngiri pengen disisir dipijitin juga, tapi apa daya sudah pewe di kasur sendiri 
.
menikmati pemandangan anak-anak yang tumben banget so sweet ke ayahnya, penasaran dong saya 😂 saya datangi dan lihat buku cerita yang tadi dibacakan, oh ternyata cerita tentang sahabat cilik Rasulullah, Jabir bin Abdullah, yang sangat berbakti kepada ayahnya, wah masyaAllah… senang dan haru sih, jujur saja (plus ngiri dikit  hehehe).

Jadi, Jabir ini adalah anak yang sangat berbakti dan taat kepada ayahnya. Setelah ayahnya gugur di perang Uhud, Jabir langsung melaksanakan wasiat ayahnya, yakni melunasi hutang ayahnya.

“Wahai Rasulullah, ayahku meninggalkan hutang, sementara aku tidak punya uang untuk melunasi hutang ayah selain dari hasil buah kurma. Jika aku mengandalkan hasil kurma itu, tentu perlu waktu beberapa tahun untuk melunasi. Aku pun tidak memiliki penghasilan apapun untuk menafkahi saudari-saudariku selain dari hasil kurma itu”

“Panggil kemari semua orang yang memberi pinjaman hutang kepada ayahmu”

Rasulullah kemudian menakar kurma untuk mereka yang memberi pinjaman hutang itu hingga Allah melunasi semua hutang ayah Jabir dengan hasil kurma pada tahun itu. Setelah itu, Jabir melihat tempat pengumpulan kurma, ternyata masih seperti sedia kala, seakan-akan tak berkurang satu biji kurma pun. Dan ini merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad saw.

===
Cakep kan ceritanya? dari sedikit cerita Jabir di atas (hanya saya munculkan beberapa paragraf saja, aslinya cerita tentang Jabir di buku ini berlembar-lembar halaman), ada nilai yang bisa dipelajari anak-anak;
– berbakti kepada orang tua
– menunaikan amanah/wasiat orang tua
– tidak putus asa, mencari jalan keluar akan kesulitan yang dia alami (dalam cerita tsb Jabir hanya punya kurma, tapi dia punya inisiatif menemui Rasulullah untuk mencari jalan keluar)
– mengetahui salah satu mukjizat Nabi Muhammad saw
– dsb

.
.
ﺭَﺏِّ ﺃَﻭْﺯِﻋْﻨِﻲ ﺃَﻥْ ﺃَﺷْﻜُﺮَ ﻧِﻌْﻤَﺘَﻚَ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺃَﻧْﻌَﻤْﺖَ ﻋَﻠَﻰَّ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﻭَﺍﻟِﺪَﻳﺬَ ﻭَﺃَﻥْ ﺃَﻋْﻤَﻞَ ﺻَﺎﻟِﺤًﺎ ﺗَﺮْﺿَﺎﻩُ ﻭَﺃَﺻْﻠِﺢْ ﻟِﻲ ﻓِﻲ ﺫُﺭِّﻳَّﺘِﻲ ﺇِﻧِّﻲ ﺗُﺒْﺖُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻭَﺇِﻧِّﻲ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ

Ya tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan(memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. [Al Ahqaf : 15]


Leave a Reply